Ciletuh Geopark

Ciletuh Geopark
Hari Pendidikan Nasional 2015

Minggu, 06 November 2011

Menutupi Aib



"Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." (HR Muslim)
  1. Lebih baik untuk menjaga aib saudara sendiri, daripada membukanya.
  2. Bila mana teman anda mempunyai kekurangan, hal yang lebih utama dilakukan adalah bicara empat mata, bukan membicarakannya dengan orang lain.
  3. Diperlukan kebijaksanaan dan usaha agar kita tidak membicarakan kekurangan dan aib pribadi orang lain di hadapan khalayak.
  4. Orang akan lebih mudah menerima nasihat, bila nasihat itu diberikan dengan cara yang baik.

MENCARI KEKURANGAN DAN AIB ORANG LAIN

Diantara sifat seseorang yang paling buruk adalah suka mencari-cari kekurangan orang lain, merasa gembira jika ada orang lain terlanjur melakukan sesuatu yang tidak baik dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan orang lain.Permusuhan dengan orang lain membuat hidup seseorang menjadi keruh, tidak tenang dan keimanan serta keagamaannyapun terganggu.

Cuba anda perhatikan, orang yang selalu sibuk mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain, maka biasanya ia mempunyai sensitiviti kritikan dan perasaan merasa puas yang luar biasa jika melihat orang yang dibencinya terkena suatu musibah. Sehingga seolah-olah seluruh kelenjar yang ada di dalam tubuhnya dipenuhi dengan racun yang membuatnya belum dapat lega dan tenang kecuali jika ia telah mengeluarkan seluruh racun tersebut.

Yang harus anda lakukan adalah tekad untuk berkarya, membangun dan memberi kemanfaatan kepada orang lain. Tinggalkan kritikan-kritikan yang tidak membina dan jangan sibukkan diri anda dengan kekurangan dan aib orang lain. Karena lalat tidak akan hinggap kecuali pada luka yang membusuk. Setiap orang memerlukan kawan yang selalu dapat saling do’a mendo’akan antara sesama.

Yang harus anda perhatikan adalah diri anda sendiri,periksa dan carilah kekurangan dan aib yang ada pada diri anda, tuduh dan hukumlah diri anda sendiri, sehingga hal ini dapat membuat anda tidak punya waktu lagi untuk memeriksa dan mencai kekurangan orang lain. Akan tetapi sebagian orang bahkan mengaibkan dirinya sendiri, bahkan ia puji, ia agap suci, dan ia selalu membelanya mati-maian, padahal dirinya tersebut dipenuhi dengan aib dan kekurangan.

Untuk balasan yang sesuai dengan perbuatannya, maka Allah s.w.t. mentakdirkan mengutus orang yang akan menyingkap keburukan-keburukan orang seperti ini, yang akan menyebarkan aib dan kekurangannya serta yang akan menyangkal segala ucapan nya, .

Dan sebaliknya siapa yang menutup aib saudara seagama, maka Allah s.w.t. juga akan menutup aib dirinya. Dan siapa yang melindungi dan menjaga kehormatan orang mukmin, maka Allah s.w.t. akan mentakdirkan seseorang yang juga akan menjaga dan melindungi kehormatan dirinya, sebagai balasan yang setimpal.

Wallahualam..

Sumber : http://sidididie.blogspot.com/2010/04/kepentingan-menutup-aib-saudara-seagama.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar